Kontroversi Ganja: Antara manfaat dan Modharat


Banyak diantara kita yang sudah mengenal dengan yang namanya ganja. Namun saya yakin sebagian besar hanya mengenal namanya akan tetapi belum pernah melihat secara langsung bagaimana bentuk ganja tersebut. Ganja disebut juga dengan mariyuana dimana kata mariyuana berasal dari bahasa Portugis yaitu mariguango yang berarti barang atau benda yang bisa membuat mabuk. Bahasa latin dari ganja adalah Cannabis sativa atau yang biasa disebut dengan Cannabis saja. Ganja merupakan tumbuhan yang bisa hidup dimana saja (tanpa diperlukan perawatan khusus) karena sifatnya merupakan tumbuhan liar. Namun walaupun ganja bisa tumbuh dimana saja, akan tetapi diperlukan kontur tanah dan iklim yang cocok agar tumbuhan ini bisa tumbuh dengan baik. Kalo di Indonesia tempat yang cocok untuk tumbuh berkembangnya ganja adalah di Aceh. Tau kan? Ganja di Aceh termasuk dalam ganja terbaik di dunia. Ditinjau dari sisi sejarah, ganja pertama kali di temukan di Cina, bahkan ganja ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Pada zaman dahulu ganja di cina digunakan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional, bahan minyak lampu dan untuk kegiatan keagamaan. 
bahaya ganja
Sumber: Google

Oke, di Indonesia tanaman ganja termasuk kedalam daftar narkotika yang menurut Undang-Undang dilarang untuk beredar dan diedarkan apalagi dikomsumsi. Mengapa ganja dilarang? Karena tanaman ganja ini mengandung zat yang disebut dengan Tetrahydrocannabinol (THC). Zat THC ini memiliki efek analgesik yang mengakibatkan pengkonsumsinya akan mengalami perubahan mental dan akan menunjukkan perilaku abnormal berupa berhalusinasi, disorientasi ruang dan waktu, apatis, dan perilaku maladaptive lainnya. Inilah yang mengakibatkan ganja ini dilarang di Indonesia. Menurut teman saya yang pernah memakai ganja, ketika menghisap ganja ini, dia langsung merasa bahwa hayalannya menjadi sangat kuat, jika dia menghayal menjadi orang kaya maka dia akan menjadi kaya (khayalan). Apapun yang diinginkan akan terasa langsung tercapai. Artinya efek halusinasi dari menghisap ganja ini sangat kuat dan jika terus-terusan dikonsumsi maka akan berakibat pada kerusakan otak.

Sekarang ini berkembang pendapat yang berbeda bahwa ternyata ganja ini tidak menimbulkan efek negatife bagi manusia, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pengobatan. Hah? Ya memang benar, sebenarnya ganja ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan, bahan baku diesel dan lainnya. Bahkan ada anggapan bahwa rokok lebih berbahaya dari ganja. Hal ini disebabkan karena rokok langsung menimbulkan efek kecanduan bagi penggunanya sedangkan ganja tidak. Ganja hanya menimbulkan ketergantungan atau memberikan efek kecanduan bagi yang sudah lama memakainya. Namun, penggunaan ganja sebenarnya akan mengalami efek lain seperti insomnia, kecemasan yang berlebihan, dan mual-mual. Anak-anak dan remaja yang mengkonsumsi ganja akan berakibat pada penurunan IQ dan pada akhirnya akan menimbulkan ganggungan psikosis atau gangguan jiwa. Hal ini disebabkan karena otak yang dimiliki oleh anak-anak dan remaja sedang mengalami proses perkembangan, sehingga ketika otaknya dimasuki oleh zat THC yang terkandung di dalam ganja, maka proses perkembangan otak tersebut akan terganggu bahkan cenderung akan mengalami penurunan yang kemungkinan juga akan menimbulkan gangguan jiwa.

Berbicara tentang kecanduan, berdasarkan hasil penelitian professor yang berasal dari Universitas Cambrige di Inggris menemukan hasil bahwa sebanyak 10 % sampai dengan 30 % pengguna ganja regular (penggunaan secara terus menerus) akan mengalami efek ketergantungan terhadap ganja, kemudian sebanyak 9% mengalami kecanduan yang serius, dan orang yang hanya mencoba-coba menghisap ganja tidak mengalami ketagihan. Kemudian diperkirakan sebanyak 32% penghisap rokok akan kecanduan, demikian halnya juga bagi pemakai heroin, sebanyak 23% pemakai heroin akan mengalami kecanduan, 17% pemakai kokain  akan mengalami kecanduan, dan 15% peminum alkohol akan mengalami kecanduan. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa rokok akan menyebabkan kecanduan yang lebih besar dibandingkan dengan ganja. Lalu dari hal tersebut timbullah pertanyaan-pertanyaan mengapa ganja itu dipermasalahkan? Mengapa ganja harus illegal? Bukankah ganja tidak menyebabkan kecanduan seperti rokok? Bukankah ganja banyak juga manfaatnya tidak seperti rokok? So kita disini bukan hanya membahas tentang kecanduan kan? Menurut saya kecanduan bukanlah hal yang utama dalam menentukan boleh tidaknya kita menghisap ganja. Yang menyebabkan ganja ini illegal dan dilarang di Indonesia adalah akibat yang ditimbulkan oleh ganja ini. Ganja tentu saja membuat mabok penghisapnya. Ganja mengandunh unsur THC yang mebuat pemakainya menjadi penghayal kelas berat. Seseorang yang sibuk dengan hayalannya akan selalu berada di dalam dunia khayalan tanpa memperdulikan lagi dunia nyata. Dunia nyatanya akan berantakan. Hidupnya didunia nyata akan hancur. Hayalan yang terlalu tinggi akan megakibatkan seseorang menjadi orang yang linglung. Sedikit bercerita neh tentang hayalan. Seorang teman ane yang kehidupan ekonominya pas-pasan, kemudian memiliki khayalan untuk menjadi kaya. Memiliki khayalan untuk  memiliki mobil mewah, rumah megah dan segalanya. Beberapa tahun kemudian, apa yang terjadi kepadanya? Ternyata teman saya ini telah berada di rumah sakit jiwa karena terlalu banyak menghayal dan melupakan dunia nyata. Nah, inilah yang akan terjadi jika mengkonsumsi ganja secara terus menerus. Ketika anda mengkonsumsi ganja, maka anda akan berkhayal dengan khayalan tingkat tinggi. Jika ini anda lakukan secara rutin, maka khayalan anda akan mengkristal didalam otak anda, dan otak anda tidak akan bisa mencerna lagi fakta kehidupan anda. Misalkan secara terus menerus dengan bantuan ganja anda mengkhayal menjadi orang kaya sedangkan di kehidupan nyata anda adalah orang miskin, maka diotak anda yang terekam adalah anda merupakan orang kaya yang memiliki segalanya dan ketika anda sadar bahwa anda miskin, maka otak anda kan menolak hal tersebut. Demikian terus berulang-berulang sampai otak anda tidak bisa lagi menerima kenyataan dan akhirnya anda sampai pada fase gila yang berujung pada rumah sakit jiwa. Nah berbahaya bukan?

ladan ganja
Sumber: google

Selanjutnya Agama Islam mengajarkan kepada kita : jika menemukan suatu hal yang memiliki manfaat dan modharat, jika manfaat yang diperoleh dari hal tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan modharat yang akan kita terima, maka tinggalkanlah hal tersebut. Disini Islam mengajarkan kepada kita agar jeli dalam menyikapi segala sesuatu. Terkait dengan ganja, kita melihat bahwa ganja memang dapat dipergunakan sebagai obat ataupun minyak, namun disisi lain ganja juga dapat membuat pemakainya kehilangan akal sehatnya bahkan sampai masuk rumah sakit jiwa alias menjadi gila, artinya manfaat dari ganja ini lebih kecil jika dibandingkan dengan modharatnya, maka sudah sepatutnya lah kita meninggalkan dan menghindari ganja. Sudah sepantasnya lah ganja ini dianggap sebagai benda najis dan haram yang harus dimusnahkan dari negeri ini. Sudah sepantasnya lah para pemakai, pengedar, pengecer dan gembong ganja ini di tangkap, diadili dan dihukum seberat-beratnya. Semoga pemerintah tetap mengharamkan ganja di Negara ini agar penerus bangsa ini tidak menjadi penerus bangsa yang gila karena ganja.
Facebook CommentsShowHide

0 komentar